-->
WELCOME TO IBNU SULAMIN BLOG. PLACE TO SHARE INFORMATION OF ISLAM, EDUCATION, COMPETITION INFORMATION. "SEDERHANA DALAM AS-SUNNAH LEBIH BAIK DARIPADA BERSUNGGUH-SUNGGUH DALAM BID'AH. (Ibnu Mas'ud R.A)"
Tampilkan postingan dengan label Aqidah dan Manhaj. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aqidah dan Manhaj. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Maret 2012

Makan Sebelum Lapar, Berhenti Sebelum Kenyang

Kami tidak mengetahui mengenai keabsahan hadits ini, yaitu hadits:



نَحْنُ قَوْمٌ لاَ نَأْكُلُ حَتَّى نَجُوْعَ وَإِذَا أَكَلْنَا لاَ نَشْبَعُ



“Kami adalah kaum yang tidak makan sampai kami lapar dan jika kami makan maka kami tidak (sampai) kenyang.”


Ucapan ini biasa didengar dari sebagian tamu padahal di dalam sanadnya terdapat kelemahan. Mereka (sebagian tamu) biasa mengatakan: Dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bahwa beliau bersabda, “Kami adalah kaum yang tidak makan sampai kami lapar dan jika kami makan maka kami tidak (sampai) kenyang.”Maksudnya mereka ini makan secara sederhana.

Jumat, 30 Desember 2011

Menentukan Arah Qiblat dengan Bantuan Matahari

Tahukah anda, jika anda hidup di wilayah indonesia dan sekitarnya, pergeseran arah kiblat sebesar 1 derajat saja bisa melencengkan arah sekitar 100 km dari titik Ka’bah. Semakin jauh kita dari Ka’bah lencengan arah ini akan semakin besar. Jadi, sangat dianjurkan untuk setepat mungkin menentukan arah kiblat ini, baik bagi masjid dan mushola maupun ketika kita sholat di rumah atau kantor.
Untungnya menentukan arah kiblat dengan tepat itu tidak sulit. Tidak perlu alat canggih. Dengan berbekal sinar matahari, kita bisa menentukannya dengan amat teliti. Cara ini bahkan bisa lebih teliti dibandingkan dengan menggunakan kompas yang sangat mudah terpengaruh dengan medan magnet di sekitarnya.
Berdasarkan tinjauan astronomis atau ilmu falak, terdapat beberapa teknik yang dapat digunakan untukmeluruskan arah kqiblat antaranya adalah menggunakan kompas, theodolit, rasi bintang, matahari dan yang paling mudah adalah saat matahari tepat di atas Ka’bah (Makkah) yang dikenal dengan istilah Istiwa A’zam (Istiwa Utama). Di kalangan masyarakat pesantren di Indonesia istilah yang cukup dikenal adalah “zawal” atau “rashdul qiblat“.

Jumat, 23 Desember 2011

Fatawa Seputar Perayaan Tahun Baru (Masehi dan Muharram)

Perlu diketahui bahwa pengkhususan hari-hari tertentu, atau bulan-bulan tertentu, atau tahun-tahun tertentu sebagai hari besar/hari raya (id) adalah kembalinya kepada penentuan dari syari’at, bukan kepada adat kebiasaan dan kesepakatan manusia. 

Oleh karena itu ketika Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam datang datang ke Madinah, dalam keadaan penduduk Madinah memiliki dua hari besar yang mereka bergembira padanya, maka beliau bertanya, “Apakah dua hari ini?” maka mereka menjawab, “(Hari besar) yang kami biasa bergembira padanya pada masa jahiliyyah. Maka Rasulullâh shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menggantikan dua hari tersebut dengan hari raya yang lebih baik, yaitu ‘Idul Adh-ha dan ‘Idul Fitri.“ Haditsnya akan datang

Selasa, 20 Desember 2011

Keutamaan Al-Qur`an

Allah Ta’ala berfirman:

وأنزلنا إليك الكتاب بالحق مصدقا لما بين يديه من الكتاب ومهيمنا عليه

“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu.” (QS. Al-Maidah: 48)

Ibnu Abbas radhiallahu anhuma berkata, “Batu ujian adalah yang terpercaya, Al-Qur`an adalah terpercaya di atas seluruh kitab sebelumnya.”

Dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْقُرْآنَ فَهُوَ يَقُومُ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَهُوَ يُنْفِقُهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النَّهَارِ

“Tidak boleh ada hasad (kecemburuan) kecuali pada dua hal. (Pertama) kepada seorang yang telah diberi Allah (hafalan) Al Qur`an, sehingga ia membacanya siang dan malam. (Kedua) kepada seorang yang dikaruniakan Allah harta kekayaan, lalu dibelanjakannya harta itu siang dan malam (di jalan Allah).” (HR. Al-Bukhari no. 4638 dan Muslim no. 1350)

Rabu, 14 Desember 2011

Perintah, Jaga Amanah

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّا عَرَضْنَا الأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الإِنسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولاً

“Sesungguhnya kami menawarkan amanah (penyembahan) ini kepada langit-langit, bumi, dan gunung-gunung, akan tetapi mereka semua enggan menerimanya dan merasa berat dengannya. Lalu kemudian amanah ini diterima oleh manusia, sungguh manusia adalah makhluk yang zhalim lagi bodoh.” (QS. Al-Ahzab: 72)

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤدُّواْ الأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا

“Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk menyampaikan amanah-amanah itu kepada pemiliknya.” (QS. An-Nisa`: 58)

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الأَمِينُ

“Sesungguhnya orang terbaik yang kamu pekerjakan adalah orang yang kuat lagi amanah.” (QS. Al-Qashash: 26)

Senin, 12 Desember 2011

Haramnya Nyanyian dan Alat Musik

Haramnya Nyanyian dan Alat Musik


Allah Ta’ala berfirman:

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ

“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna sehingga dia menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan.” (QS. Luqman: 6)

Abdullah bin Mas’ud berkata menafsirkan ‘perkataan yang tidak berguna’, “Dia -demi Allah- adalah nyanyian.”
Dalam riwayat lain beliau berkata, “Itu adalah nyanyian, demin yang tidak ada sembahan yang berhak selain-Nya,” beliau mengulanginya sebanyak 3 kali.

Ini juga merupakan penafsiran dari Ibnu Abbas dan Jabir bin Abdillah dari kalangan sahabat. Dan dari kalangan tabi’in: Ikrimah, Said bin Jubair, Mujahid, Mak-hul, Al-Hasan Al-Bashri, dan selainnya. (Lihat selengkapnya dalam Tafsir Ibnu Katsir: 3/460)

Selasa, 06 Desember 2011

Ketahui, 4 Kisah Bayi Yang Dapat Berbicara


Dalam sejarah umat manusia, ada beberapa kisah mukzijat.
Ada 4 bayi yang tersebut dalam hadits bisa berbicara, yaitu:
1. Isa bin Maryam alaihissalam.
2. Bayi dalam kisah Juraij si ahli ibadah.
3. Bayi yang sedang menyusu kepada ibunya.
4. Bayi yang akan dilempar ke dalam api.

Senin, 05 Desember 2011

Hari Asysyuro, Keutamaan dan Hukum-Hukumnya

بسم الله الرحمن الرحيم
Hari Asysyuro, Keutamaan dan Hukum-Hukumnya
Segala puji hanyalah milik Allah, sholawat dan salam semoga tercurah atas penutup Rosul-Nya dan orang terbaik dari para makhlukNya Nabi kita Muhammad shalallaahu ‘alaihi wassalam beserta para pengikut dan sahabatnya.
Kemudian setelah itu, dalam pembahasan ini kami akan memaparkan apa yang dijalani oleh ahlussunah berupa sikap peneladanan dan pertengahan terkait dengan hari ‘asysyuro’ serta apa yang dijalani oleh para ahli bid’ah dan kesesatan berupa sikap ekstrim, kasar dan menyimpang dari kebenaran. Dan juga apa yang dijalani oleh Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wassalam berupa agama yang lurus terkait dengan hari ini.

Sabtu, 03 Desember 2011

Sikap Kehati-hatian Ulama' Dalam Berfatwa

Dalam berfatwa tentang masalah agama, para ulama' salaf dari masa Sahabat , Tabi'in , Tabi'ut - Tabi'in sampai generasi berikutnya selalu berhati-hati, karena mereka takut terbawa syubhat. 

Dalam menjawab pertanyaan , bahkan ada Ulama' yang bertanya kepadalebih dari 70 Ulama' untuk mendapat rekomendasinya. Selain it, ada juga yang berdiam diri karena takut, dan berkata , "Aku Tidak Tahu".

Kamis, 01 Desember 2011

Posisi Makmum Apabila Shalat Berdua



Jika yang shalat hanya berdua, maka makmum berdiri tepat di sebelah kanan imam, tidak perlu mundur sedikit. Ini tentunya berlaku jika keduanya adalah lelaki atau keduanya adalah wanita. Adapun jika si makmum adalah wanita, maka wanita harus berdiri di belakang imam.

Minggu, 20 November 2011

Hukum Onani atau Masturbasi

Ana akan memberikan postingan mengenai, Apa hukum dari onani atau masturbasi. Jawaban ini, akan dijawab oleh Ulama' besar pada abad ini. Dimana pernah suatu ketika ana dilontarkan sama teman ana. Berikut bertanyaanya :
Apa hkm onani bg bujang/blm mampu menikah utk melampiaskan nafsu sahwat ??

Rabu, 16 November 2011

Teguh Di Atas Al-haq (Bagian 2)

As-Sunnah –wahai hamba Allah ‘Azza wa Jalla- seperti kapalnya Nabi Nuh, siapa naik padanya akan selamat dan yang tertinggal darinya akan tenggelam dan tersesat. Benar –wahai hamba Allah ‘Azza wa Jalla- As-Sunnah seperti tali yang berpegang dan bertahan dengannya orang yang tenggelam. Renungkan –wahai hamba Allah ‘Azza wa Jalla- akan seseorang yang jatuh ke dalam lautan, mka dia jika menemukan sebuah tongkat atau kayu atau tali maka dia akan berpegang teguh dengannya, dia sadar bahwa keselamatan dia dari tenggelam akan teraih dengan berpegang dengannya.

Selasa, 15 November 2011

Teguh Di Atas Dakwah Al-Haq (bag. 1)

بسم الله الرحمن الرحيم


الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Berikut ini adalah muhadharah yang disampaikan oleh Asy-Syaikh Al-Fadhil Abdurrahman bin ‘Umar Al-Adny –hafizhahullah- dengan Judul “Teguh Di Atas Dakwah Al-Haq”. Diselenggarakan di Ra’sil ‘Arah pada malam Sabtu bertepatan dengan tanggal 14 Ar-Rabi’ Ats-Tsany 1430H.

إنّ الحمد لله، نحمده ونستعينه، ونستهديه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا، وسيّئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضلّ له، ومن يُضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنّ محمّداً عبده ورسوله. أما بعد

Kita memuji Allah ‘Azza wa Jalla yang memudahkan kita untuk ziarah berkunjung kepada saudara-saudara kita –hafizhahumullah- di tempat ini, dan kita memohon kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar menjadikan kita semua orang yang berkumpul karena Allah ‘Azza wa Jalla, saling berkunjung karena Allah ‘Azza wa Jalla, dan saling mempererat hubungan karena Allah ‘Azza wa Jalla. Dan kita juga memohon kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar mengumpulkan kita semua dalam surgaNya sebagaimana telah mengumpulkan kita di dunia ini.

Minggu, 19 Juni 2011

Kunci-Kunci surga

Oleh: Al Ustadz Agus Su’aidi)*

Ibarat sebuah pintu, surga membutuhkan sebuah kunci untuk membuka pintu-pintunya. Namun, tahukah Anda apa kunci surga itu? Bagi yang merindukan surga, tentu akan berusaha mencari kuncinya walaupun harus mengorbankan nyawa.

Tetapi Anda tak perlu gelisah, Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam telah menunjukkan pada umatnya apa kunci surga itu, sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits yang mulia, beliau bersabda:

“Barang siapa mengucapkan kalimat Laa ilaaha illallah dengan penuh keikhlasan, maka dia akan masuk surga.“ (HR. Imam Ahmad dengan sanad yang shahih).