-->
WELCOME TO IBNU SULAMIN BLOG. PLACE TO SHARE INFORMATION OF ISLAM, EDUCATION, COMPETITION INFORMATION. "SEDERHANA DALAM AS-SUNNAH LEBIH BAIK DARIPADA BERSUNGGUH-SUNGGUH DALAM BID'AH. (Ibnu Mas'ud R.A)"

Jumat, 18 November 2011

Thibbun Nabawi

بسم الله الرمن الرحيم

Imam Muslim رحمه الله meriwayatkan dalam shahihnya dari ‘Utsman bin Abil ‘Ash رضي الله عنه bahwa dia mengadu kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم suatu rsa sakit yang dia rasakan pada jasadnya semenjak dia masuk islam. Maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda kepadanya;

ضَعْ يَدَكَ عَلَى الَّذِى تَأَلَّمَ مِنْ جَسَدِكَ وَقُلْ بِاسْمِ اللَّهِ. ثَلاَثًا. وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

“Taruh telapak tanganmu di atas bagian yang engkau rasakan sakit dari jasadmu dan ucapkan: بِاسْمِ اللَّهِ (Dengan nama Allah) sebanyak tiga kali, dan ucapkan sebanyak tujuh kali: أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ (Aku berlindung kepada Allah dan sifat Maha Mampu-Nya dari kejelekan perkara yang aku temukan dan aku waspadai).”
Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam حفظه الله berkata dalam menjelaskan hadits ini pada pelajaran Shahih Muslim hari kamis (14 Oktober 2010) di Ma’had beliau Darul Hadits Ma’bar, Yaman حرسها الله:
Dalam hadits ini ada faedah yaitu bolehnya mengeluhkan atau mengadukan rasa sakit kepada makhluk, jika makhluk yang dikeluhi tersebut akan membantunya mencari sebab kesembuhan. Akan tetapi tidak boleh mengeluhkan sakit kepada makhluk dengan disertai anggapan atau keyakinan bahwa makhluk tersebut bisa menghilangkan rasa sakit dengan sendirinya.
Dan bolehnya mengadu atau mengeluhkan rasa sakit dalam konteks di atas itu dibatasi dengan bahwa keluhan itu diaduka kepada orang yang memiliki pengetahuan dengan perkara yang diadukan. Dan dinasehatkan untuk tidak mengeluhkan rasa sakit kepada banyak orang, karena hal itu akan membawa kepada banyaknya ucapan yang tidak dilandasi ilmu yang mana akan mengakibatkan bingungnya oang yang sakit atau sulitnya dia mencari penyembuh.
Maka shahabat ini mengeluhkan apa yang dia temukan dari rasa sakit kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم yang mana beliau adalah utusan Rabb yang menurunkan rasa sakit dan yang memberikan kesembuhannya. Maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم yang berbicara berdasarkan wahyu dari Allah تعالى mengajarkan untuk berdoa dengan demikian sebagaimana tersebut di atas.
Lafazh: “Taruh telapak tanganmu”.
Apakah telapak tangan yang ditaruh itu yang kanan atau yang kiri?
Maka telapak tangan yang harus diletakkan itu disesuaikan dengan tempat sakitnya. Jika tempat yang sakit tersebut adalah bagian tubuh yang harus dimuliakan maka yang ditaruh adalah telapak tangan kanan, dan jika tempat selain itu seperti bagian yang dinggap kurang, atau kotor maka yang ditaruh adalaah telapak tangan kiri.
Lafazh: “Tujuh kali”.
Apakah boleh mengulangi doa itu lebih dari yang disebutkan dalam hadits?
Maka yang sebaiknya adalah mengikuti petunjuk yang ada yaitu tujuh kali tidak menambah dan tidak mengurangi. Karena begitulah petunjuk Nabi صلى الله عليه وسلم dan itu akan lebih utama dan lebih benar sesuai yang dimaukan syari’at.
Apakah boleh bagi seseorang untuk meruqyah atau menerapkan doa ini pada orang lain?
Maka hal itu diperbolehkan. Hanya saja sebagian ulama mengatakan yang paling lebih bermnafaat adalah seseorang meruqyah dan berdoa untuk dirinya. Yang mana disertai dengan rasa percaya penuh kepada Allah تعالى dan rasa tawakkal kepada-Nya, tunduk memohon kepada-Nya.
Dan disebutkan dalam riwayat At-Tirmidzy yang dishahihkan oleh Al-Albany bahwa ‘Utsman bin Abil ‘Ash mengatakan;

فَأَذْهَبَ اللَّهُ مَا كَانَ بِي ، فَلَمْ أَزَلْ آمُرُ بِهِ أَهْلِي وَغَيْرَهُمْ

“Maka Allah menghilangkan apa (rasa sakit) yang ada padaku, maka aku masih senantiasa memerintahkan keluargaku dan selain mereka dengan doa ini.”
Disadur oleh
‘Umar Al-Indunisy
Darul Hadits – Ma’bar, Yaman.
----------------------------------------------------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan berikan Komentar, saran, dan masukan anda.,..